OSIS dimulai
dari tingkat SLTP.Kemajuan sekolah juga sebagian besar dipegang oleh Program
Kerja OSIS (PROJA). Seperti yang telah dituturkan oleh kepala SMA Negeri 1
Pasir Sakti, bahwa sekolah yang baik itu dilakukan monitoring atau pengawasan
setiap tiga bulan sekali. Begitu juga dengan pengurus OSIS setiap tiga bulan
sekali dimonitoring program kerja dari mereka.Tujuan diadakan monitoring ini
untuk melaporkan kegiatan yamg telah terlaksana dan kegiatan yang belum
terlaksana serta kegiatan yang tidak terlaksana. Pengurus OSIS adalah
sekelompok orang yang merencanakan dan melaksanakan kegiatan dari program kerja
tersebut,sedangkan anggota OSIS adalah seluruh warga sekolah yang terdaftar di
sekolah tersebut serta mereka yang ikut berpatisipasi dalam kegiatn yang dibuat
dan dilakukan oleh pengurus osis
Apakah
OSIS itu?
OSIS
(Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan
yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan didirikannya OSIS adalah untuk
melatih siswa dalam berorganisasi dengan baik dan menjalankan kegiatan sekolah
yang berhubungan dengan siswa.
Sebagai
satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan
dan pengembangan kesiswaan yang selaras dengan visi misi sekolah maka
organisasi ini bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris
dengan OSIS di sekolah lain, dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang
ada di luar sekolah. Karena OSIS sendiri merupakan wadah organisasi
siswa di sekolah. Oleh karena itu setiap siswa secara otomatis menjadi anggota
OSIS. Keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari
sekolah yang bersangkutan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dapat dibagi atas
2 macam kegiatan, yaitu kegiatan rutin dan kegiatan insidentil. Contoh kegiatan
rutin adalah melaksanakan peringatan Hari Besar Agama Islam, peringatan Hari
Besar Nasional, Latihan Kepemimpinan, Peringatan Hari Jadi Sekolah, Masa
Orientasi Siswa baru, latihan pidato, senam bersama, penerbitan mading dan
lain-lain. Dalam pengertian bahwa kegiatan tersebut sudah dijadwalkan terlebih
dahulu dan bersifat rutin diadakan, entah tiap tahun, tiap bulan atau tiap
minggu.
Sedangkan kegiatan insidentil adalah berupa
kegiatan yang sifatnya tidak rutin hanya sesekali diadakan sesuai dengan
aspirasi yang berkembang atau disebabkan adanya instruksi dari pihak sekolah.
Contoh kegiatan insidentil adalah pelaksanaan seminar anti narkoba, pelatihan
pengolahan limbah sampah organik, mengikuti lomba yang diadakan di luar
sekolah, mengirimkan utusan dalam sebuah kegiatan seni atau agama dan
lain-lain.
Susunan pengurus OSIS terdiri setidaknya atas
Pengurus Inti dan Seksi-seksi. Pengurus inti terdiri dari
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Adapun seksi-seksi dibentuk
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah masing-masing. Penamaan seksi
atau bidangnya pun macam-macam. Ada seksi keagamaan (ada juga yang menyebutnya
seksi Kerohanian Islam, seksi Pembinaan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME dll),
seksi kepemimpinan (beberapa OSIS menyebutnya seksi Bela Negara, atau seksi
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, atau seksi Pembinaan Organisasi dan
Pendidikan Politik), seksi Humas (hubungan kemasyarakatan, seksi Olahraga
(ada yang menyebutnya seksi Kesehatan Jasmani), seksi Seni dan Bahasa (di
beberapa OSIS menyebutnya seksi Apresiasi dan Kreasi Seni serta Berbahasa),
seksi Keterampilan dan Kewiraswastaan, Seksi Pembinaan Kepribadian dan Budi
Pekerti Luhur dan mungkin masih ada sejumlah seksi lainnya.
Kepengurusan OSIS selalu diganti setiap tahun
melalui sebuah mekanisme sistem yang sudah diatur sedemikian rupa. Ada yang
menyelenggarakan sebagaimana layaknya Pemilu, dengan menyediakan bilik suara,
kotak suara, lembar pemilih, kampanya monologis dan dialogis, pemaparan visi
misi dan program kerja, sampai ke model pemilihan yang sederhana yakni dengan
mengenalkan para calon Ketua OSIS ke masing-masing kelas, diberi kesempatan
berorasi 3-5 menit, kemudian para siswa yang ada di kelas disuruh memilih
dengan cara menulis di kertas yang sudah disediakan panitia. Ada juga sistem
rekrutmen pengurus OSIS yang berdasarkan intervensi (campur tangan) pihak
sekolah. Maksudnya ialah Kepala Sekolah, Pembina OSIS atau Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kesiswaan sudah menentukan siapa-siapa saja yang berhak dan boleh
menjadi Ketua dan pengurus OSIS tanpa harus melalui sistem pemilihan langsung.
Yang pasti masing-masing memiliki sisi positif dan negatifnya.
Siapa saja yang boleh jadi
Pengurus OSIS?
Pada prinsipnya siapapun boleh dan bisa jadi Ketua
dan pengurus OSIS. Hanya saja mengingat tugas dan tanggung jawab pengurus OSIS
itu berat dan cukup menyita perhatian akhirnya diadakan semacam seleksi untuk
menentukan siapa saja yang boleh dan berhak jadi pengurus OSIS. Seleksi semacam
ini memang penting karena citra baik sebuah sekolah salahsatunya tergantung
pada imej yang dibangun oleh para pengurus OSIS nya melalui kegiatan-kegiatan
yang mereka rancang dan lakukan.
Di SMA Negeri 1 Pasir Sakti misalnya yang boleh jadi pengurus OSIS adalah
mereka-mereka yang berstatus anak kelas XI dengan catatan mereka sudah pernah
mengikuti kegiatan kepanitiaan yang diadakan oleh pengurus OSIS minimal
sebanyak 3 kali. Diusahakan pula komposisi (jumlah dan susunan) pengurus OSIS
harus seimbang dari segi keterwakilan kelas atau jurusan juga dari segi jenis
kelamin. Artinya jangan sampai lebih banyak laki-laki dibanding perempuannya
atau sebaliknya, serta jangan pula didominasi oleh kelas tertentu saja. Anak
kelas XII sengaja tidak dilibatkan lagi dalam kepengurusan OSIS dengan
pertimbangan mereka sebaiknya lebih berkonsentrasi pada persiapan menghadapi
Ujian Nasional.
Fungsi OSIS
Salah satu ciri pokok suatu
organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi. Demikian pula OSIS sebagai
suatu organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai tujuan.
Sebagai jalur dari pembinaan
kesiswaan, fungsi OSIS adalah :
1.
Sebagai Wadah
Organisasi Siswa Intra Sekolah
merupakan satu-satunya organisasi siswa yang resmi di sekolah dan sebagai wadah
kegiatan para siswa di sekolah dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung
tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.
2. Sebagai
Motivator
Motivator adalah pendorong lahirnya
keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama
dalam mencapai tujuan.
OSIS sebagai motivator
berperan untuk menggali minat dan bakat siswa serta mengembangkannnya
melalui kegiatan-kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.
3. Sebagai
Preventif
Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti
secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara
eksternal OSIS mampu mengadaptasi dengan lingkungan, seperti menyelelsaikan
persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara
preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman yang datang
dari dalam maupun dari luar. Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila
fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan.
Tujuan OSIS
Setiap organisasi selalu memiliki
tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan OSIS ada beberapa tujuan yang
ingin dicapai, antara lain :
1. Memahami, menghargai
lingkungan hidup dan nilai-nilai dalam mengambil keputusan yang tepat.
2. Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa.
3. Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi.
4. Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis.
5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual.
6. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa.
3. Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi.
4. Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis.
5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual.
6. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
wah artikelnya nambah wawasan ane gan...
BalasHapusiya memang seru ikut osis itu gan
Hapus